Berita  

Webinar STT Moriah Bersama JPAB Regional Banten, Airin Rachmi Diany Beberkan tentang Perlindungan Anak

Airin Rachmi Diany menyatakan bahwa Perlindungan anak dari eksploitasi seksual, kekerasan, dan pornografi adalah hal yang sangat penting

Tokoh Perempuan, Airin Rachmi Diany menyatakan bahwa Perlindungan anak dari eksploitasi seksual, kekerasan, dan pornografi adalah hal yang sangat penting. Hal ini dilakukan untuk memastikan kesejahteraan dan keselamatan Anak.

Demikian dikatakan Airin saat menjadi Keynote Speaker pada kegiatan Webinar “Perlindungan Anak terhadap Eksploitasi Seksual, Kekerasan dan Pornografi” yang digelar Sekolah Tinggi Teologi (STT) Moriah bersama Jaringan Peduli Anak Bangsa (JPAB) Regional Banten, Senin (19/6/2023).

Airin menyebut, terdapat beberapa langkah perlindungan anak yang dapat menjadi panduan. Pertama, pendidikan dan kesadaran. Menurutnya, Penting untuk memberikan pendidikan kepada anak-anak tentang apa itu eksploitasi seksual, kekerasan, dan pornografi.

“Mereka perlu memahami batasan-batasan yang sehat dalam hubungan interpersonal dan bagaimana mengidentifikasi perilaku yang tidak pantas atau berbahaya,” ujarnya

Kedua, Komunikasi terbuka, bagi Airin, membangun komunikasi yang terbuka dengan anak-anak adalah kunci. Mereka harus merasa nyaman untuk berbicara tentang pengalaman, perasaan, dan pertanyaan mereka.

“Orang tua dan pengasuh perlu mendengarkan dengan empati, menghormati privasi anak, dan memberikan informasi yang akurat,” ungkapnya

Kemudian, ketiga, Identifikasi tanda bahaya, Anak-anak perlu diberi pemahaman tentang tanda-tanda bahaya dan perilaku yang mencurigakan. “Mereka harus diajarkan untuk mengenali situasi yang tidak aman dan menghubungi orang dewasa yang mereka percaya jika mereka merasa terancam atau tidak nyaman,” kata Airin

Keempat, Penguatan diri dan penolakan. Diungkapkan Airin, mengajarkan anak-anak untuk menghargai diri mereka sendiri, memperkuat rasa percaya diri, dan belajar mengatakan “tidak”.

“Ketika mereka merasa terancam, dapat membantu melindungi mereka dari eksploitasi seksual dan kekerasan. Mereka juga perlu tahu bahwa mereka tidak bersalah dalam situasi seperti itu.

Kelima, Penggunaan teknologi yang aman. Menurut Airin, Anak-anak perlu diberikan pemahaman tentang penggunaan yang aman dan bertanggung jawab terhadap teknologi dan internet. “Mereka harus diajarkan tentang risiko penyalahgunaan, perlindungan privasi, dan bagaimana melaporkan konten atau perilaku yang tidak pantas,” imbuhnya

Selain itu, yang keenam adalah Pendidikan seksual yang tepat usia. Dikatakan Airin, Penting untuk memberikan pendidikan seksual yang tepat usia kepada anak-anak. Mereka harus diberikan informasi yang akurat, obyektif, dan tidak menakutkan tentang tubuh, hubungan, persetujuan, dan batasan pribadi.

Ketujuh, yang tak kalah penting adalah, yaitu Peran Orang tua dan supervisi. Orang tua dan pengasuh, menurut Airin, harus menjadi contoh peran yang baik bagi anak-anak.

“Mereka perlu memperlihatkan hubungan yang sehat, komunikasi yang terbuka, dan menghormati privasi dan batasan anak. Pengawasan yang adekuat juga diperlukan terutama dalam penggunaan teknologi,” ungkap Airin.

Terakhir, yaitu kedelapan adalah melaporkan dan mencari bantuan, Airin mengatakan Anak-anak perlu diberitahu tentang pentingnya melaporkan situasi atau perilaku yang tidak aman kepada orang dewasa yang mereka percaya.

“Mereka harus tahu di mana mencari bantuan, seperti melaporkan ke pihak berwenang atau menghubungi lembaga perlindungan anak,” pungkasnya