Opini  

8 Tahun Memimpin Dan Majukan Kota Batam: M. Rudi Punya Tim Kerja Yang Profesional

Kota Batam telah mengalami perkembangan yang luar biasa selama 8 tahun terakhir. Ini adalah hasil dari kepemimpinan yang efektif dan visi yang kuat dari M. Rudi, pemimpin yang gigih dan berkomitmen untuk memajukan kota ini. Bersama dengan tim kepercayaannya, ia telah mengubah Batam menjadi pusat ekonomi dan pariwisata yang maju.

 

Ketika M. Rudi pertama kali memimpin Kota Batam 8 tahun yang lalu, kota ini menghadapi berbagai tantangan, seperti pertumbuhan ekonomi yang lambat dan kurangnya infrastruktur yang memadai. Namun, dengan kerja cerdas, jelas dan tegas, M. Rudi dan timnya berhasil mengatasi tantangan-tantangan tersebut dan menjadikan Batam sebagai “Bandar Dunia Yang Madani”.

 

Salah satu langkah penting dan strategis yang dikerjakan Rudi adalah memperkuat Sektor Ekonomi. Dia mempromosikan kota ini sebagai pusat investasi dan membangun kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat dan investor luar negeri. Langkah ini berhasil meningkatkan minat investor dalam berinvestasi di Batam, sehingga menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat setempat.

 

Selain itu, Rudi juga fokus pada pengembangan Sektor Pariwisata. Batam memiliki keindahan alam yang menakjubkan dan kekayaan budaya yang unik. Ia menyadari potensi ini dan memanfaatkannya dengan mengembangkan destinasi pariwisata yang menarik seperti pantai-pantai yang indah, resort, dan pusat hiburan. Ujungnya, kota ini berhasil menarik wisatawan domestik maupun internasional, yang memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonominya.

 

Selain upaya dalam pengembangan ekonomi dan pariwisata, Rudi juga memberikan perhatian serius terhadap infrastruktur kota. Dia memperbaiki jalan dan jembatan yang rusak, melebarkan jalan kota dan membuatnya menjadi kota denganjalan terlebar paling banyak di Indonesia. Ia bangun gedung-gedung publik yang modern, dan meningkatkan aksesibilitas dengan mengembangkan transportasi yang efisien. Dengan demikian kota menjadi punya daya saing.

 

Publik mengakui kepemimpinan Rudi di Batam adalah kepemimpinan personal yang sukses. Sederhananya, Batam jadi maju karena dipimpin Rudi. Memang Rudi punya wakil tapi tampaknya peran Wakil Walikota dalam kesuksesan memajukan Kota Batam tidak terlihat, tidak terdengar dan senyap. Bisa jadi begitu kenyataanya atau karena terlalu menonjolnya peran Rudi.

 

Rudy sendiri nyaris tidak pernah menyebut secara gamblang ada peran wakilnya dalam kesuksesan ini. Sepertinya Rudi memandang dan menempatkan wakilnya benar-benar sesuai peraturan. Intinya wakil hanya membantu. Jika diperintah membantu. Publik melihat Rudi tampaknya lebih mempercayai dan menempatkan orang kepercayaannya sebagai manajer teknis dalam mengerjakan program dan gagasan-gagasan besarnya.

 

Figur seperri Jefridin Hamid yang saat ini diamanahkan sebagai Sekretaris Daerah Kota Batam adalah sosok yang dipercaya Rudi. Dia percaya Jefridin, karena loyal kepadanya, profesional, kompeten dan berdedikasi untuk membantu mewujudkan visinya.

 

Melihat capaian yang telah diraih selama 8 tahun kepemimpinannya, tidak dapat disangkal bahwa M. Rudi telah berhasil memajukan Batam menjadi kota yang maju dan modern. Dalam rentang waktu tersebut, ekonomi Batam tumbuh pesat, sektor pariwisata berkembang, dan infrastruktur kota ditingkatkan secara signifikan.

 

Namun, perjalanan memajukan Batam belum berakhir. Sementara jabatan Rudi akan berakhir. Karena itulah kesinambungan kepemimpinan Rudi menjadi harapan. Ada anggapan bahwa Wakil Rudi belum tentu dan pasti berbeda visi dan cara kerjanya dengan Rudi. Sementara ada harapan yang kuat agar program yang dikerjakan Rudi bisa terus berlanjut. Karena itulah muncul gagasan, konstinyuitas itu dijalankan oleh istrinya Rudi yang juga seorang pemimpin formal di Provinsi Kepri yakni Wakil Gubernur Marlin Agustina Rudi.

 

Namun atas segala isu soal suksesi yang pastinya akan terus ramai, yang harus terus dijaga adalah Batam yang sudah maju. Bahkan harus dibuat kebih maju, maju pesat.

 

Monica Liardi, Milenial Kota Batam