Berita  

Perkembangan Indikator Stabilitas Nilai Rupiah (22 Maret 2024)

Jakarta, 22 Maret 2024 – Berdasarkan kondisi perekonomian global dan domestik terkini, Bank Indonesia menyampaikan perkembangan indikator stabilitas nilai Rupiah, sebagai berikut:

Perkembangan Nilai Tukar 18 – 21 Maret 2024

Pada akhir hari Kamis21 Maret 2024

  1. Rupiah ditutup pada level (bid) Rp15.655 per dolar AS.
  2. Yield SBN (Surat Berharga Negara) 10 tahun turun ke 6,62%.
  3. DXY[1] menguat ke level 104,01.
  4. Yield UST (US Treasury) Note[2] 10 tahun turun ke level 4,267%.

Pada pagi hari Jumat, 22 Maret 2024

  1. Rupiah dibuka pada level (bid) Rp15.710 per dolar AS.
  2. Yield SBN 10 tahun stabil di 6,63%.

Aliran Modal Asing (MIII Maret 2024)

  1. Premi CDS  Indonesia 5 tahun per 21 Maret 2024 sebesar 69,70 bps, naik dibandingkan 15 Maret 2024 sebesar 68,23 bps.
  2. Berdasarkan data transaksi 18 – 21 Maret 2024, nonresiden di pasar keuangan domestik tercatat jual neto Rp6,68  triliun terdiri dari jual neto Rp8,20 triliun di pasar SBN, beli neto Rp1,77 triliun di pasar saham, dan jual neto Rp0,25 triliun di SRBI.
  3. Selama tahun 2024, berdasarkan data setelmen s.d. 21 Maret 2024, nonresiden jual neto Rp24,92 triliun di pasar SBN, beli neto Rp27,93 triliun di pasar saham, dan beli neto Rp21,93 triliun di SRBI.

Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

[1] DXY atau Indeks Dolar adalah indeks yang menunjukkan pergerakan dolar terhadap 6 mata uang negara utama lainnya (EUR, JPY, GBP, CAD, SEK, CHF).

[2] UST atau US Treasury Note merupakan surat utang negara yang dikeluarkan pemerintah AS dengan tenor 1-10 tahun.