Gerakan Menanam Cabai dan Sembako Murah Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono Upaya Mendorong Kemandirian Pangan dan Ekonomi Warga

Analis Sosial Politik dan Kebijakan Publik, Syariful Hidayat mengapresiasi program pemberdayaan masyarakat berupa gerakan menanam cabai dan sembako murah yang dilakukan oleh Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono sebagai upaya mendorong kemandirian pangan dan ekonomi warga Jakarta.

 

“Program menanam cabai di pekarangan-pekarangan atau teras rumah sangat strategis dan brilian dalam mendorong kemandirian ekonomi akan pemenuhan kebutuhan sehari-hari yang bersifat jangka panjang, selain itu secara sosial juga bermanfaat membantu warga berkegiatan termasuk menciptakan lingkungan hijau,” kata Syariful dalam keterangan tertulisnya kepada media di Jakarta, Rabu (7/2/2024).

 

Sementara program sembako murah, menurut alumni Ilmu Politik IISIP Jakarta itu membantu ekonomi masyarakat secara langsung ditengah harga komoditas pangan (sembako) yang terus naik. Syariful menyebut program tersebut menjadi bukti kepedulian pemerintah provinsi DKI Jakarta hadir membantu masyarakatnya.

 

“Program sembako murah itu sangat taktis, praktis dan strategis ditengah kondisi inflasi ekonomi yang berakibat pada naiknya harga sembako. Program ini memang mendesak dilakukan agar membantu warga dapat mengatasi kesulitan yang dihadapi secara cepat dan tepat,” tuturnya.

 

“Kedua program itu dalam konteks pemberdayaan masyarakat sangat penting selain membantu secara ekonomi dengan mendorong kemandirian pangan kami juga dapat mewujudkan stabilitas sosial, apalagi dalam pelaksanaannya juga melibatkan CSR perusahaan. Jelas ini bentuk langkah positif mendorong sinergitas lintas sektor,” jelasnya.

 

Terkait dengan adanya pandangan negatif soal program yang bersifat politis, Ipan menilai hal tersebut tidak tepat. “Jangan dilihat dari sudut pandang politik praktis mau pemilu dan lain-lain. Warga Jakarta kan sudah cerdas bisa menilai, jadi menurut saya soal ini dinilai ada sangkut paut dengan urusan politik elektoral ya itu terlalu sempit memaknainya,” terangnya.

 

Menurut Syariful program dan kebijakan tersebut justru harus didukung agar berkelanjutan dan dilaksanakan secara adil bagi seluruh warga Jakarta dan transparan dalam pengelolaannya, melibatkan masyarakat tidak hanya sebagai objek tapi juga subjek atas kebijakan dan program yang dijalankan.

 

“Selama program yang dijalankan transparan melibatkan banyak pihak termasuk masyarakat sendiri, maka menurut saya tidak ada tendensi mengarahkan pada sikap atau pilihan politik tertentu. Justru program yang dijalankan ini menurut kami perlu diperluas dan secara konsisten dijalankan terus menerus,” pungkasnya.