Wisata

Pesona Seribu Curug di Desa Wisata Karangsalam Baturraden

Desa Wisata Karangsalam, Kecamatan Baturraden, Banyumas adalah salah satu desa yang sering disebut Desa Seribu Curug. Desa ini memiliki pemandangan alam yang menawan, dikelilingi oleh beberapa air terjun yang eksotis.

Butuh perjalanan sekitar 30 menit ke arah timur dari pintu gerbang Mandala Wisata Baturraden menuju Desa Karangsalam. Jalannya berliku, naik turun dan sempit. Tetapi tantangan ini terbayar ketika masuk ke pintu gerbang desa. Hamparan sawah dan ladang menjadi pemandangan yang menarik.

Beberapa gubug yang ada di areal persawahan bisa menjadi tempat bertanya para wisatawan yang ingin berpetualang di empat air terjun yang masih asri.

Di desa ini terdapat empat air terjun yang sudah dikenal oleh masyarakat, yakni Curug Lawang, Curug Telu, Curug Moprok dan Curug Tebela. Khusus untuk Curug Moprok dan Curug Tebela, pengunjung harus diantar pemandu dari desa wisata. Sebab, lokasinya yang jauh dan jalan yang terjal.  Wisata di desa ini dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tirta Asri Desa Karangsalam.

Di antara empat Curug itu yang paling unik adalah Curug Lawang. Bentuknya mirip sebua gua dengan dinding cukup tinggi. Air terjun dari balik gua dan membentuk kolam kecil lalu menjadi aliran Sungai Pelus dengan air yang masih sejuk dan dingin. Dua buah terjunan air setinggi 25 meter dari balik gua membentuk kolam kecil lalu menjadi aliran Sungai Pelus. Bebatuan besar di sekitar curug menambah cantik lokasi tersebut.

Di selatannya ada Curug Telu yang acap kali dikunjungi wisatawan karena jalurnya relatif mudah. Air terjun ini, memiliki tiga terjunan setinggi kurang lebih 30 meter. Pengunjung harus berhati-hati saat menuju lokasi, karena jalan setapak yang cukup terjal.

Baca : Unsur-Unsur Penting dalam Pengembangan Desa Wisata

Disebut Curug Telu karena ada tiga terjunan air di sekeliling dinding. Mirip lembah dengan kolam air yang cukup luas. Tempat ini sangat cocok untuk bermain air sampai basah kuyup. Apalagi sambil nyeruput kopi sembari duduk bersantai di bebatuan.

Setelah basah-basahan, di sekitar area persawahan ada beberapa warung yang dikelola warga, cocok untuk dijadikan tempat bersantai. Sebenarnya masih ada beberapa air terjun yang lain seperti Curug Abang dan Curug Kembar, tapi tidak dibuka untuk umum. [NS]

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close