Berita  

Anak Perusahaan Delta Dunia Raih Persetujuan dari Pemegang Surat Utang Senior 2026

 PT Delta Dunia Makmur Tbk (Delta Dunia Group)  mengumumkan bahwa anak perusahaannya, PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), yang 99,99% sahamnya dimiliki oleh Delta Dunia Group, telah menerima persetujuan yang sah sehubungan dengan early offer (penawaran awal) dan consent solicitation (permintaan persetujuan) terkait syarat dan ketentuan Surat Utang Senior 2026. BUMA menerbitkan surat utang ini sebesar USD 400 juta, dengan tingkat kupon 7,75% per tahun, yang akan jatuh tempo pada tahun 2026.

Mencerminkan kepercayaan investor yang kuat, Grup telah menerima persetujuan sebesar 53% dari pemegang surat utang untuk mengubah syarat dan ketentuan surat utang BUMA 2026. Perubahan ini memungkinkan Grup untuk mengejar inisiatif pertumbuhan inorganik yang menguntungkan, memberikan fleksibilitas yang diperlukan untuk memajukan proyek-proyek utama, dan menjajaki potensi akuisisi, sejalan dengan tujuan strategis Grup. Perubahan ini memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam menjalankan strategi pertumbuhan di pasar yang dinamis, sekaligus memastikan imbal hasil yang optimal bagi para pemegang saham.

Per 18 Maret 2024, waktu New York (ET), 42% pemegang telah menyetujui penawaran tender atas surat utang BUMA 2026, dengan total nilai sebesar USD 152,9 juta. Hal ini memungkinkan Grup untuk mengoptimalkan tingkat utang dan melanjutkan strategi diversifikasi manajemen modalnya. Dengan berkurangnya tingkat utang, Grup terus memperkuat neraca keuangannya, mempertahankan fokus utama untuk meningkatkan imbal hasil bagi para pemegang saham dan mengejar pertumbuhan yang menguntungkan.

Dian Andyasuri, Direktur Delta Dunia Group, menyatakan, “Kami sangat senang dengan dukungan yang kuat dari para pemegang surat utang BUMA 2026, seperti yang terlihat dari hasil early offer (penawaran awal) dan consent solicitation (permintaan persetujuan). Kami terus berkomitmen untuk memperkuat neraca keuangan kami sambil secara strategis berinvestasi  dalam pertumbuhan jangka panjang bisnis kami. Strategi diversifikasi dan transformasi perusahaan yang sedang berlangsung, yang bertujuan untuk mendukung transisi global menuju ekonomi rendah karbon, merupakan hal yang mendasar bagi strategi keuangan kami yang tangguh dan pertumbuhan signifikan yang difasilitasi olehnya.”

MEMPERKUAT NERACA KEUANGAN

Pada tahun 2023, Delta Dunia Group secara signifikan memperkuat neraca keuangannya dan mencapai rasio Net-Debt-to-EBITDA (Utang Bersih terhadap EBITDA) sebesar 1,65x, terendah dalam satu dekade terakhir, turun dari 2,19x pada tahun 2022. Grup juga mengalami peningkatan substansial pada operating cash flow (arus kas operasional), mencapai USD 376 juta, naik 91% dari tahun sebelumnya, sementara free cash flow (arus kas bebas) meningkat menjadi USD 233 juta. Peningkatan ini didorong oleh rekor kinerja EBITDA, manajemen modal kerja yang lebih baik, dan pengembalian pajak yang lebih tinggi yang dicapai oleh Grup.

DIVERSIFIKASI PENDANAAN

Dalam 12 bulan terakhir, Grup telah memperoleh fasilitas pembiayaan yang komprehensif, termasuk (i) fasilitas sindikasi pembiayaan sebesar USD 750 juta dengan PT Bank BNI (Persero) Tbk dan PT Bank Mandiri Tbk untuk pembiayaan kembali (refinancing) dan pengembangan usaha; (ii) fasilitas sindikasi pembiayaan syariah pertama sebesar USD 60 juta dari PT Bank Muamalat Tbk; dan (iii) penerbitan surat utang dalam mata uang Rupiah yang pertama dengan jumlah total sebesar IDR 636 milyar (sekitar USD 41 juta), yang merupakan pengembangan dari fasilitas surat utang dalam mata uang Dolar AS yang telah dimiliki oleh Grup sebelumnya.

Melalui diversifikasi sumber permodalan, Grup telah berhasil memperoleh persyaratan pembiayaan kembali yang menguntungkan untuk surat utang BUMA 2026 dan pinjaman bank, sehingga memperbaiki profil jatuh tempo utangnya. Penawaran tender, bersama dengan arus kas yang kuat dan berkelanjutan serta akses yang lebih luas terhadap pendanaan, telah secara signifikan mengurangi kewajiban utang surat utang BUMA 2026 untuk tahun 2026 dari USD 366 juta menjadi USD 213 juta.

Restrukturisasi keuangan strategis ini tidak hanya meningkatkan kemampuan pengelolaan pembayaran utang, tetapi juga menyoroti komitmen Grup untuk meningkatkan nilai pemegang saham melalui pengelolaan modal yang bijaksana, sejalan dengan strategi jangka panjangnya.

Dian menambahkan lebih lanjut, “Disiplin keuangan kami yang kuat telah menghasilkan rasio utang terhadap EBITDA yang terendah dalam sejarah, bahkan ketika kami terus berupaya untuk mengurangi beban hutang.

Ditambah dengan strategi struktur permodalan yang proaktif dan berkesinambungan, kami telah mempertahankan posisi kas bersih yang kuat, yang akan memastikan bahwa Group tetap berada dalam posisi yang baik untuk berinvestasi demi pertumbuhan yang menguntungkan, menghadapi tantangan, dan mengidentifikasi peluang pertumbuhan yang menguntungkan. Pendekatan ini tidak hanya mendorong profitabilitas dan meningkatkan nilai pemegang saham, tetapi juga sejalan dengan komitmen kami untuk bertransisi menuju ekonomi rendah karbon.”

Tentang PT Delta Dunia Makmur Tbk (Delta Dunia Group):

Didirikan pada tahun 1990, PT Delta Dunia Makmur Tbk (Delta Dunia Group) adalah sebuah perusahaan induk terkemuka yang beroperasi di Indonesia dan Australia. Anak perusahaan utama kami, PT Bukit Makmur Utama (BUMA), merupakan penyedia layanan pertambangan terkemuka untuk sejumlah produsen batubara terbesar di Indonesia dan Australia (BUMA Australia Pty Ltd).

Pada tahun 2023, Delta Dunia Group memperluas portofolionya dengan penambahan dua anak perusahaan baru: PT Bukit Teknologi Digital (B-TECH), yang menawarkan solusi teknologi pertambangan komprehensif yang memberdayakan perusahaan-perusahaan di industri pertambangan, dan PT BISA Ruang Nuswantara (BIRU), sebuah entitas sosial yang didedikasikan untuk pendidikan, sekolah-sekolah kejuruan, dan memajukan ekonomi berkelanjutan.

Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (Kode IDX: DOID), Delta Dunia Group berkantor pusat di Jakarta, Indonesia, dan didukung oleh lebih dari 16.000 karyawan di seluruh Indonesia dan Australia.